selamat tahun baru
tahun 2005 telah terlewati… mari kita menatap tahun 2006 dengan kepala tegak penuh pengharapan… semoga semua menjadi lebih baik dari apa yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya… amin…
tahun 2005 telah terlewati… mari kita menatap tahun 2006 dengan kepala tegak penuh pengharapan… semoga semua menjadi lebih baik dari apa yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya… amin…
wah besok dah mo UAS kok masih juga maen-maen di blog fs.. huh dasar payah ni anak hehehe (gpp refresing kok jenuh baca buku terus….!!) besok ujian quality control… doakan ya temen2… seraya berteriak lantang, "aku pasti bisa..!!" (mirip kaya benteng takeshi hehe…) duh nanti malam musti "wayangan" lagi nih, semalam suntuk… tapi gpp, kali ini "ndalang"-nya ga sendirian tapi ditemenin sisQo.. (siapa itu sisQo?? siswoko hehe..) ok sekian aja dulu sekarang kita konsentrasi belajar…!!
Beberapa minggu sebelumnya, aku pernah memberikan pada Gitaka satu kotak karton besaryang berisi beberapa lembar bon pembelian. Aku lupa bahwa kotak itu juga berisi lembaran-lembaran iklan yang bersangkut paut dengan meninggalnya orang yang kami banggakan, Gus Gusan, yang tak lain adalah ayah Gitaka. Ada sobekan kertas yang mengiklankan “cuci gudang” perangkat keras di suatu toko, ada iklan tentang apartemen yang disewakan yang terletak pada lantai ke-6 pada bangunan setinggi 30 meter; ada bagian Koran yang memuat artikel tentang terbunuhnya Gus Gusan, dan ada foto mengenai kejadian kriminal yang aku ambil dengan kameraku. (Pada saat usia 11 tahun, aku memimpikan untuk jadi detektif yang akan dapat menemukan pembunuh pada kejadian yang aku abadikan dengan kameraku itu, meskipun sebenarnya itu hanya suatu kebetulan saja.)
Foto itulah yang terus-menerus dipandangi Gitaka. Aku rasa itu bukanlah foto yang menarik untuk diperhatikan, sebab tak nampak adanya sesuatu yang istimewa di dalamnya. Aku mengambil foto itu dengan kameraku kira-kira tiga atau empat jam setelah jasad Gus Gusan ditemukan dan kemudian dipndahkan ke kamar mayat. Gambar yang sederhana itu merekam peristiwa kriminal dan menampakkan bagian depan gedung apartemen. Itulah gambaran yang menarik pandangan mata Gitaka – dan untuk alas an lain, Gitaka merasa tertarik karena gambar itu hasil jepretan kameraku.
Bagian yang sangat menyita perhatian Gitaka adalah bel (untuk tamu) yang ada di dinding apartemen. Lantai pertama, adalah toko perangkat keras. Lantai ke-dua adalah apartemen Gus Gusan. Setelah itu terbaca daftar: 3. Samaun Ilham, 4. Johny Malboru, 5. dr. Mardiono, 6. ––, 7. Bira Mahardika, *. Ellise Morgan, 9. Degan Saputra. (Lantai ke-6 sedang kosong, sehingga diiklankan.) Gitaka melihat nama Bira sebagai penyewa di lantai ke-7. Bira sudah cukup tua disbanding Gitaka – perlu aku tambahkan bahwa Bira telah berusia 21 tahun pada saat kematian Gus Gusan. Begitu Gitaka menyadari akan hal itu, yakni tiba-tiba tertarik pada perangkat keras, dan juga pertanyaan padaku (dengan nada selidik) mengenai orang yang tidak pernah dikenalnya, mulai menghadirkan kecurigan.
Artikel pada surat kabar mengingatkanku bahwa tersangka utama pada saat itu aadlah penyewa di lantai ke-9, yaitu Degan Saputra. Polisi tidak pernah berhasil mengungkap motif pembunuhan, atau mendapat cukup bukti untuk menuntutnya. Dengan begitu dia tak pernah secara resmi ditahan atau dituntut.
Gus Gusan meninggal ketika karung cukup besar berisi potongan-potongan besi jatuh tepat di kepalanya di depan toko perangkat keras pada saat dia membuka toko itu pada pagi hari. Koran mengingatkanku banyak hal yang sebenarnya telah aku lupakan. Gus Gusan meninggalkan apartemennya di lantai ke-dua melalui pintu belakang, dan kemudian mampir ke kedai kopi kira-kira pukul 6.30, sebagaimana kebiasaanya. Polisi menduga bahwa setelah tiu dia kembali ke toko melalui pintu depan.
Gus Gusan menyukai alat-alat atau aksesoris, terutama yang dihubungkan dengan jam. Dia mempunyai pencatat waktu adanya panggilan telepon; dia mempunyai jam yang mencatat waktu kapan lampu menyala dan kapan padam lagi. Jam-jam itu semuanya terintegrasi dengan baik dan mempunyai ketepatan mencatat yang luar biasa. Polisi memnemukan bahwa tombol “ENTER” pada kotak alarm terhubung ke pelatuk yang berada tinggi di atasnya untuk melepaskan kantong dari balkon di apartemen Degan. (Demikian dugaan polisi). Jadi kejadian itu adalah ulah Gus Gusan sendiri ketika mematikan alarm yang mengakibatkan kematiaannya karena kejatuhan karung dari langit.
Bagian foto yang menarik bagiku bukanlah daftar nama penyewa, tetapi dua jam dinding. Jam yang pertama di foto itu menunjukkan waktu keseharian. Pada foto itu terbaca 6:51:25.67. Jam dinding yang ke-dua menyatakan “Alarm off: 6:51:23.63” Sekarang aku tahu bahwa aku tidak di sana untuk mengambil foto itu sebelum pukul 7 pagi. Satu-satunya dugaan di benakku adalah bahwa gaya pukul (kantong itu menghantam pada saat jatuh menghambur ke segala arah) telah menghentikan/mematikan gerak jam yang pertama.
Ketika aku lihat dua jam itu, naluri detektifku kembali menyala. Mestinya, semua informasi itu telah cukup untuk meyakinkan, bahwa apakah Degan Saputra adalah pembunuhnya, dan apakah Bira terkait dengan peristiwa tragis tersebut.
Sahabatku, Faluki Sabina dan Gitaka Santya sangat menantikan tanggapanmu. Aku dan Gitaka akan menggunakan bantuanmu untuk meyakinkan orang-orang yang berwenang di sini mengenai peristiwa kematian Gus Gusan yang sebenarnya. Aku hanya bisa membantu mengingat bahwa gravitasi bumi besarnya adalah 9.8 m/det², dan rumus jarak di fisika yaitu:
Jarak = ½ x gravitasi x (waktu)²
Demikianlah, semoga kamu bisa membantu menyelsaikan permasalahan ini dengan baik.
Bagi semuanya yang punya hobi detektif… mohon bantu aku yah. Kirim jawaban dari kasus ini yah…. an4nt_toorz@yahoo.com
wah dhika barusan beli laptop.. bukan buat dhika sih,.. tapi buat kepentingan yang mendesak banget…. doakan ya…
oh ya for someone out there… emang kamu pernah kesana ya kok sampe nulis gitu di profil hehehe… kok sukanya ikut-ikutan terus hehehehe….. yawis ga papa… semoga lancar buat semuanya… aku juga turut mendoakan yang terbaik kok…
1. Cara kita berbicara terkadang bisa menyenangkan sahabat kita, tapi sebaliknya terkadang malah bisa jadi bumerang bagi jalinan persahabatan yang udah terbina sekian lama. So, nggak pengin kan gara-gara kamu salah ucap sohibmu jadi marah? Nah, sebelum berbicara sebaiknya pilih kata-kata yang bijaksana. Maksudnya walaupun berisi kritikan sekalipun, tapi apa yang kamu ucapkan nggak menyinggung perasaannya karena kata-kata yang udah terlontar keluar nggak bisa ditarik kembali.
2. Perselisihan karena nggak sepaham dalam menyikapi suatu masalah bisa saja terjadi. But, kamu jangan sampai melakukan tindakan yang membuat sohibmu tersinggung, misalnya membicarakan tentang keburukannya dengan temanmu yang lain. Yang perlu diingat, usahakan jangan sekali-kali berbicara dibelakangnya.
3. Membina suatu hubungan persahabatan yang penuh keakraban baik dalam suka maupun duka. So, mulailah untuk saling memahami satu sama lain, baik dalam masalah karakter, prinsip maupun soal kebiasaan sehari-hari.
4. Nggak selamanya hari-harimu bareng sohib akan terasa indah. Bisa jadi sohibmu sedang happy, sementara kamu lagi jutek abis. Jangan biarkan faktor jutek yang sedang melandamu akan mempengaruhi persahabatan kalian. Sebagai teman yang baik, sohibmu akan dengan senang hati mendengarkan keluh kesahmu, tapi jangan manfaatkan mereka sebagai tempat tumpahan kekesalan. Suatu saat kamu juga mesti siap mendengarkan masalah mereka.
5. Kominasi antar sahabat itu penting banget. Sohibmu nggak bisa membaca apa yang sedang kamu pikirkan kalo ada sesuatu yang mengganjal diantara kalian. Cobalah untuk sharing satu sama lain, siapa tahu sohibmu bisa ngasih masukan yang bermanfaat.
6. Jangan egois. Terimalah kenyataan kalo sohibmu nggak bisa selalu mendampingimu setiap saat karena setiap orang kan punya rutinitas masing-masing. Makanya jangan cemburu atau merasa tersisihkan kalo sohibmu sedang tertarik dengan hal lain, sebaliknya berikanlah support terhadapnya. Ketika sohibmu sedang sibuk, kamu bisa mengisi waktumu dengan mengerjakan kegiatan yang kamu senangi.
7. Hargailah pendapat satu sama lain. Setiap individu memiliki hak yang sama buat mengutarakan opininya. Kalo sohibmu nggak setuju dengan pendapatmu bisa jadi dia memiliki alasan tersendiri.
8. Nggak ada manusia yang sempurna. Setiap orang punya kelebihan dan juga kekurangan. Terimalah kekurangan masing-masing dengan saling memberi dukungan serta berusaha memperbaikinya sebagai kunci menuju persahabatan yang langgeng.
9. Ingat kaedah persahabatan, perlakukanlah orang lain dengan baik seperti kamu pengin diperlakukan yang sama oleh mereka. Kalo kamu bisa menghormati orang lain, maka orang lain pun akan menghormatimu.
10. Biasanya kamu akan lebih interest ama orang yang punya minat yang sama dengan dirimu, so kalian bisa melakukan kegiatan tersebut secara bersama-sama. But, jangan menghindar dari orang lain yang memiliki minat berbeda denganmu karena hal ini akan menambah pengetahuanmu.
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, uturan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?
Ketika cinta itu memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dekaplah dia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan di relung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di balik kepahitan yang penuh misteri.
kemaren tanggal 10 desember adalah hari yang sangat bahagia buat seseorang yang sangat spesial buatku… seseorang yang telah bersusah payah demi kebahagiaanku.. seseorang yang rela bekerja keras membanting tulang demi sesuap nasi untuk kelangsungan hidupku dan hidup keluargaku, hidup ibu, adik dan aku…. maafkan aku yang belum bisa membalas semua jasa dan kebaikanmu yang selalu kau curahkan kepadaku selama ini… meski aku telah lama tidak lagi bisa bersama denganmu disetiap hariku, karena kini aku sedang jauh darinya (kini seminggu sekali aku bisa bertemu, itupun ngga selalu…?) … sudah hampir 10 tahun aku berpisah dengan bapakku, sejak aku menginjak kelas 1 smp, karena aku harus sekolah di Trenggalek, tempat keluarga besarku menetap, sementara bapak ibuku ada di Gresik berjuang bekerja keras demi hidupku ini…. terimakasih bapak, hanya untaian kata selamat ulang tahun dan doa2 yang selalu kupanjatkan untukmulah yang bisa aku sampaikan kepadamu… tulus semuanya aku berikan… bapakku adalah orang terbaik yang pernah aku kenal selain ibuku tentunya… dia dengan sabar dan penuh kasih sayang selalu merawatku… disaat aku tergolek lemah di ruang operasi 3 minggu yang lalu, dengan sabar bapakku mencari pinjaman uang kesana kemari hanya untuk membiayai operasi-ku itu… dan sekarang harus bekerja keras lagi untuk membayar hutang2 yg telah menumpuk menggunung… terimakasih bapak… sekali lagi selamat ulang tahun… I love You Dad !!!
wah sialan kemaren malem gw kena deh dikerjain ma seseorang…. gw dapet sms dari nomor 085646851898, suruh jemput di sakinah (swalayan deket kampus ITS nieh..) cepet2… nyampe sakinah gw telp no itu eh tnyata yg angkat telpnya bgantian cowo cewe gituh (duh sialan banget tu orang!!)… abis tu langsung mati ga bisa dihubungi lg tu nomer.. ah sebel banget… akhirnya gw tinggal pulang aja….
Flanella - Aku bisa
sejak engkau mendua
entah apa yang kurasakan
memandang perih
menyimpan luka
*
sampai pada saat ini
aku memulihkan rasa di hatiku
baru aku bisa
bisa bicara
reff:
demi aku yang pernah ada di hatimu
pergi saja dengan kekasihmu yang baru
dan aku yang terluka oleh hatimu
mencoba mengobati perihku sendiri
aku yakin bisa
aku bisa tanpamu
sampai pada saat ini
………………………………..
Btw pernah denger lagu ini ga? Katanya sih enak lagunya… btul ga?
Buat penggemar flanella diseluruh indonesia,….. salam hangat buat semuanya….!!