Dini hari, sekitar jam 00.09 pada tanggal 4 april 1985, di sebuah rumah berdindingkan anyaman bambu di kelurahan ngantru kota kecil trenggalek, lahirlah seseorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama ISBANDI ANANG TATUR. Kulitnya putih bersih, montok, dan merangsang tangan orang yang melihat untuk segera mencubitnya, hehe. Kini setelah 21 tahun berlalu, si bayi beranjak tumbuh dewasa dan telah banyak merasakan pahit manisnya kehidupan di dunia ini. Namun perjuangan untuk menggapai kehidupan belum usai.
Kemudian, beberapa hari kemudian bayi mungil tersebut dibawa ke Gresik, tempat dimana kedua orangtuanya mencari penghidupan. Selama tiga tahun mendapatkan pengasuhan baik itu dari kedua orangtuanya maupun saudara-saudaranya, sang bayi kadang dibawa pulang pergi Gresik Trenggalek puluhan kali dalam setahun. Menginjak usia 3 tahun, bocah laki-laki tersebut kemudian ‘dititipkan’ di TK Dharma Wanita dengan maksud mengurangi beban orangtuanya mengasuhnya, karena dalam waktu yang bersamaan harus menunaikan kewajiban untuk bekerja. Selama dua tahun dia ‘belajar’ sambil bermain di TK tersebut, akhirnya menginjak usia 5 tahun dia bosan dan pengen banget masuk SD. Tahun pertama di SD hanya cuma buat ‘coba-coba’ dan akhirnya keterusan sampai enam tahun. Banyak masa-masa emas yang didapatkan pada rentang waktu itu.
Seiring berjalannya waktu dia merasa perlu untuk melanjutkan pendidikan SMP dan SMA nya di kota tempat kelahirannya, kota dimana hampir seluruh keluarga besarnya berada. Dia akhirnya masuk di SLTP N 1 Trenggalek pada tahun 1996 dan hijrah dan menetap di Trenggalek, dia serasa mempunyai banyak rumah karena ‘dalam radius 300 meter’ semua adalah keluarganya, hehehe, keluarga besarnya. Di kelas E yang katanya kelas favorit, dia menghabiskan waktu belajarnya di SMP. Didapatkannya kenangan yang begitu indah dari kelas yang begitu kompak dan wow… keren… Persahabatan yang begitu kental yang sampai sekarang tetap terjalin penuh keakraban dan canda tawa.
Selepas itu, dia masuk di SMAN 1 Trenggalek dan tiga tahun waktu yang dihabiskannya untuk menempuh bangku SMA. Kemudian sang bocah tersebut menginginkan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi yang tidak jauh dari orangtuanya berada, karena hampir 6 tahun dilaluinya jauh dari mereka. Sebenarnya keinginannya sejak dulu adalah masuk jurusan Arsitektur, meneruskan jejak orangtuanya. Namun dengan berbagai pertimbangan diputuskan memilih Matematika ITS. Dan kini telah hampir 4 tahun berlalu menjadi seorang mahasiswa. Sang bayi mungil telah mengalami banyak perubahan selama 21 tahun ini. Namun perubahan-perubahan besar lainnya masih akan terjadi pada masa-masa akan datang. Selamat ulang tahun, kini kau bukan anak-anak lagi… Belajarlah dan tetaplah belajar dari kehidupan ini, karena manusia tak akan pernah berhenti belajar. Raih dan gapai semua keinginanmu, terus bergerak maju menempuh waktu yang semakin laju ini… Semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai… Raihlah cita dan cinta mu…