Alam Semesta; Mengapa Langit Malam Gelap??

Th_227c6_2003_24_a_1280_wallpaper

Apakah kecepatan cahaya itu?

Adalah kecepatan terbesar yang diyakini
bisa dicapai oleh sebuah benda di alam semesta ini, berapa kecepatan
terbesar yg bisa di capai itu? Kurang lebih 300.000 km/detik,
bayangkan… mobil yang kita kendarai di jalanan sedang itu kurang lebih
60 km/jam, atau kecepatan satelit yang mengorbit bumi itu kurang lebih
25.000 km/jam (itu ternyata masih seujung kuku kecepatan cahaya!!)
Yang
bisa mencapai kecepatan tersebut adalah foton2 cahaya…yah itulah
sebabnya dinamai kecepatan cahaya…, simpelnya adalah kecepatan yang
ditempuh oleh cahaya dalam menempuh perjalanannya…(kecepatan cahaya
sudah bisa dicapai oleh partikel berskala atom di laboratorium buatan
manusia di Fermilab dan CERN)

Bila
kita berbicara tentang alam semesta, maka satuan ukuran jarak yang
kerap dan umum digunakan adalah satuan astronomis (AstronomicalUnit/AU)
dan Tahun Cahaya (light years). 1 AU adalah jarak yang digunakan untuk
menyatakan jarak matahari dan bumi yaitu sejauh 150 ribu km (untuk
perbandingan : diameter bumi kita adalah 12 ribu km), sebagai contoh
jarak Matahari dan Pluto (ujung tatasurya kita hingga saat ini) adalah
hampir 40 AU. Sementara 1 Tahun Cahaya adalah jarak yang yang ditempuh
oleh cahaya dalam satu tahunnya (ingat kecepatan cahaya dalam 1 detik
adalah 300.000 km), sehingga 1 tahun cahaya adalah jarak yang di tempuh
cahaya sejauh 300.000 x 86.400 x 30 x12 = 9,4 triliyun km. Sebagai
contoh jarak matahari pluto adalah “hanya” 0,0006 tahun cahaya (atau
kurang lebih 5 jam cahaya), sementara jarak tatasurya kita ke pusat
galaksinya (bima sakti) adalah 25 ribu tahun cahaya.

Cahaya
bulan butuh waktu tuk mencapai bumi dalam waktu 1 detik lebih sedikit,
sementara cahaya matahari yang menerpa cucian kita pada siang hari
adalah cahaya yang dipancarkan permukaan matahari 8 menit sebelumnya
(oh ya, itu artinya 1 AU = 8 menit cahaya khan?). Lalu bagaimana dengan
cahaya bintang-bintang? Well, bintang “terdekat” dari milyaran bintang
di angkasa malam itu jaraknya “hanya” empat tahun cahaya,artinya jika
kita melihat bintang tersebut di sutu malam, itu adalah “penampakannya”
empat tahun yang lalu!! (bias jadi beberapa bintang “saat ini “ sudah
tidak bersinar lagi). Seorang penulis Norwegia mengilustrasikannya
dengan cerdas : “Galaksi terdekat dari galaksi kita adalah Andromeda
dengan jarak 2 juta tahun cahaya, dimisalkan ada mahluk cerdas di sana
sedang kebetulan mengarahkan teleskop maha kuat ke arah bumi saat ini,
tentu saja dia tidak melihat anda sedang membaca tulisan ini, tapi bisa
jadi sedang melihat kehidupan bumi jaman purba, lengkap dengan manusia
Neanderthal berwajah rata!!!”

Hal yang mengganggu pikiran kita
adalah, ada banyak bintang bertebaran di langit, kalo tidak belebihan
bolehlah disebut milyaran!!. Lantas mengapa langit malam terlihat
gelap? Seharusnya khan langit malam terang benderang disinari milyaran
matahari-matahari nun jauh di sana, yang tentu saja memenuhi langit
malam kita, sehingga kemanapun kita menoleh yang ada hanyalah bintang,
ya donk? (kita sudah bisa cukup takjub melihat ribuan bintang di langit
malam yang cerah dan “gelap”), namun tetap saja kegelapan selalu
menguasai malam. Jika anda memiliki pertanyaan konyol seperti itu,
jangan berkecil hati, sebab pertanyaan seperti itu sudah muncul sejak
abad 16 dan menjadi teka-teki rumit selama ratusan tahun. Setidaknya
ada dua penjelasan mutakhir yang hingga saat ini bisa dipahami , yaitu:
1.
Bila kita melihat alam semesta, kita melihat masa lalu, (ingat
penjelasan sebelumnya tentang bintang2 yang ribuan bahkan ratusan juta
tahun cahaya atau bahkan lebih jaraknya dari bumi), artinya teleskop
terbaik saat ini (Hubble) memungkinkan kita di bumi melihat cahaya
bintang yang memulai perjalanannya ke arah kita sekitar 10 milyar tahun
yang lalu, itu berarti saat ini kita sedang melihat “kehampaan” yang
ada sebelum kelahiran milyaran bintang2 tersebut.
2. Berkaitan
dengan Ledakan Besar (Big Bang) sebagai pertanda awal mula alam
semesta, hingga kini alam semesta terus mengembang, (bayangkan sebuah
ledakan yang melemparkan muatannya ke segala arah, dan bayangkan pula
mengembangnya alam semesta mirip sebuah balon yang ditiup terus
menerus,sementara bintang2 dan galaxy berada pada kulit balonnya),
semua bintang semakin menjauh satu sama lain, dan makin jauh bintang
dari tempat kita makin cepat pula dia bergerak, bahkan ada yang
bergerak secepat cahaya, dan YES!! karena itulah cahayanya tidak pernah
sampai ke tempat kita. Namun, ketika alam semesta selesai meledak, maka
semuanya akan kembali tenang (seperti kalo kita melempar bola ke atas,
tentu akan kembali ke bumi, GRAVITASI!!), dan bila saat itu tiba, tidak
ada yang sanggup menghalangi bintang2 itu kembali ke tempat dia
berangkat, langit malam tentu tidak gelap lagi, bahkan amat menyilaukan
dan panas oleh milyaran bintang-bintang itu!!!

Referensi :
1. Chapra,Fritjof; The Tao Of Physics, Jalasutra 2000
2. Gaarder, Jostein; Dunia Sophie, Mizan 1996
3. Krauss, Lawrence M; Fisika Star Trek, KPG 2001
4. Wollard, Kathy; How Come?, Scientific Press 2004
5. Yahya,Harun; Penciptaan Alam Semesta, NCR 2002
6. ————–, http://hubblesite.org
7. ————–, http://speed-light.info/relativity.html
8. ————–, http://www.cern.ch/
9. ————–, http://www.fnal.gov/



No Comment

No comments yet

Leave a Reply