Mungkin ada hikmah yang bisa dipetik
Beberapa hari yang lalu aku mengalami suatu kejadian yang mungkin menurut sebagian orang yang tidak menyadari sesuatu hal itu adalah berita gembira dan akan disambut dengan suka cita, namun menurut sebagian lainnya yang berpikiran lebih jauh lagi ini sebenarnya tak lain hanyalah sebuah berita bohong belaka.
Kejadiannya seperti ini, siang itu aku mendapatkan telepon dari seseorang dengan nomer telpon 02130678872. “Halo selamat siang…”. Jedugggg… Ternyata cewek, suaranya merdu dan lemah lembut. Ah, seperti speak style seorang front officer, frontliner, atau apalah itu. Wah, aku kemudian berfikir lagi, siapa yah yang sempat-sempatnya membuang pulsa buat telpon Jakarta-Surabaya tetapi dari suaranya aku bahkan belum mengenal dia? Apakah dia adalah salah satu temanku yang sudah lama terpisah karena studi atau pekerjaan? Atau siapa ya?
Kemudian dia mengenalkan dirinya. Whew, ternyata dugaanku meleset, aku tidak kenal sama sekali nama yang dia sebutkan tadi. “Apakah Bapak sudah meregistrasikan nomor kartu prabayar Bapak?”. Aku berfikir lagi, ternyata dugaanku benar, dia adalah seorang contact officer nih. “Sudah!” jawabku. “Ini saya dari Indosat menyatakan bahwa setelah pengguna yang telah meregistrasikan nomernya diundi, Bapak mendapatkan urutan yang ketiga untuk mendapatkan hadiah bonus masing-masing berupa voucher dan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Dan ini bisa langsung sekarang juga ke nomor rekening Bapak”.
Deg… Degg…. Wah bakalan kaya nih aku? Pulsa 5 juta? Uang 5 juta? Sekarang juga????? Pikirku melayang entah kemana yang pasti kurasakan sesuatu seperti diriku terhipnotis. Aku sempat terbuai dengan kata-kata manis tersebut sebelum akhirnya aku tersadar sesuatu hal. Ah, apa iya aku yang mendapatkannya? Salah nomor telepon mungkin. Aku merasa seperti tidak berhak atas hadiah tersebut. Maklum seumur-umur belum pernah aku memegang uang sebanyak itu.
“Berapa nomor rekening Bapak? Nanti akan kami kirim ke rekening Bapak sekarang juga”. Aku teringat sesuatu hal. Rekening….?? Ah bukannya ini sama seperti modus kebanyakan penipuan yang seperti biasanya terjadi belakangan ini. Akupun berfikir lagi, apakah benar nomor telepon ini adalah nomor resmi CCO IM3, karena seingatku nomor CCO IM3 adalah 02130003000. Tapi kok mirip yah, 02130******. Masih satu area dengan kantor CCO IM3, atau jangan-jangan memang ini bukan penipuan, alias sungguhan?. “Ngga ada, aku belum punya rekening” (hehe… emang belum punya, takut kalo punya rekening ga bisa hemat kata ibuku!). “Boleh nomor rekening teman atau orang lain dulu kok, pak!” seloroh dia. “Ng… Ngg… Ga ada juga tuh mbak!” jawabku. “Oh, kalau gitu nanti kalau sudah ada rekeningnya telepon balik ke nomor ini ya” jawabnya seraya menutup telepon.
Antara percaya dan tidak, kemudian kuputuskan untuk menelepon 300 CCO IM3 untuk mengkonfirmasi apakah benar ada program bonus registrasi prabayar seperti ini, meskipun sebelumnya aku mengontak salah satu keluargaku untuk mendapatkan nomor rekening yang bisa digunakan untuk ditransfer dan mendapatkan uang bonus ini entah karena aku masih setengah terhipnotis atau menginginkan mempunyai uang itu, hehe. Tapi nada sibuk terus yang aku terima… Berkali-kali aku coba sampai akhirnya tersambung dan aku mendapat jawaban bahwa ini semua tidak benar, ini penipuan. Setengah percaya aku dengan jawaban ini, karena di dalam hati kecilku yang paling daaaaalaaaaammmmm aku masih berharap dan ingin mendapatkan jawaban bahwa ini adalah benar dan aku mendapatkan uang, hehehe. Karena mungkin sudah kodratnya manusia itu suka dengan uang, materi! (Ah, anang matre!!! Biarin weekkzz!!)
Kucari lagi contact center officer IM3 yang mungkin bisa aku hubungi lagi. (hehe masih berharap uang 5 juta jadi milikku… ijo nih mata!! Ijo!!! Hehe *terhipnotis*). Bukannya ada yang lebih mudah, ‘kan bisa konfirmasi ke icare@indosat.com. Kemudian kutulis sebuah email ke alamat tersebut untuk mengkonfirmasikan kebenaran hal tersebut.
Satu hari kemudian aku mendapatkan jawaban atas itu semua. Ternyata ini semua adalah penipuan, tidak ada program seperti ini dari INDOSAT. Beruntung aku punya kecurigaan (meskipun masih berharap) dan mengkonfirmasikannya terlebih dahulu. Karena kalau tidak, maka aku akan jadi orang kesekian yang melengkapi daftar orang yang tertipu dan terhipnotis dengan modus penipuan seperti ini, hehehe… Fyuh, Alhamdulillah.
Akhirnya aku mendapatkan pesan, hikmah dan pelajaran berharga dari kejadian ini. Jangan mudah percaya kepada suatu hal dimana hal tersebut masih belum jelas kebenarannya. Cari tahu dulu mana yang benar. Dan satu lagi yang lebih berharga harus tetap waspada terhadap sekitar, tetapi jangan terlalu berlebihan. Jangan hanya selalu berharap selalu kesenangan yang akan datang padamu karena dalam kesenangan itu ada kesusahan yang tersembunyi dan sebaliknya dalam kesusahan itu pasti ada kesenangan yang tersembunyi. Akan mudah bersyukur jika dalam kesusahan kita mendapatkan kesenangan daripada jika dalam kebahagiaan kita mendapat kesusahan.
Comments(0)

